Instalasi Listrik Interior Rumah yang Aman dan Tertata

Instalasi Listrik Interior Rumah yang Aman dan Tertata

Instalasi Listrik Interior – Listrik merupakan bagian penting yang perlu ada pada setiap area, baik rumah tinggal pribadi atau bangunan. Akan tetapi masih banyak orang yang mengabaikan cara pemasangannya dengan benar.

Malah yang lebih parah, sebagian besar hanya fokus pada lampu dan stop kontak. Kemudian jalur kabel seringkali terpasang tanpa perhitungan yang matang.

Bahkan sambungan melakukannya hanya seadanya tanpa standar keamanan tersendiri. Akibatnya risiko korsleting muncul kapan saja, lalu masalah listrik sering terjadi secara tiba-tiba.

Sebagai informasi bahwa instalasi yang tidak tertata dengan baik bisa mempengaruhi tampilan ruangan, karena kabel yang terlihat berantakan pada sudut ruangan.

Melalui artikel kali ini akan menjelaskan cara instalasi listrik interior rumah yang tertata dan aman. Jadi, untuk lebih jelasnya simak artikel berikut.

Cara Instalasi Listrik Interior Rumah yang Aman

Cara Instalasi Listrik Interior Rumah yang Aman

Instalasi listrik yang aman pada dalam rumah membutuhkan perencanaan yang tepat. Namun banyak orang hanya fokus memasang titik lampu dan stop kontak saja. Selain itu jalur kabel sering membuatnya tanpa memikirkan kapasitas beban.

Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa cara instalasi listrik interior rumah yang aman dan tertata dengan baik yaitu:

1. Buat Perencanaan Jalur Listrik Sejak Awal

Perlu menentukan posisi saklar, lampu dan stop kontak. Selain itu juga penting menghitung jumlah perangkat yang akan memasangnya. Kemudian bisa memperkirakan kebutuhan daya pada setiap ruangan.

2. Gunakan Kabel Berstandar SNI

Perlu memilih kabel yang kuat menahan panas. Selain itu ukuran kabel harus sesuai kapasitas arus listrik, sehingga bisa mencegah kerusakan akibat beban berlebih.

3. Pasang MCB Sesuai Kapasitas

MCB sendiri berfungsi memutus arus saat terjadi gangguan. Selain itu komponen ini mampu mencegah kerusakan pada perangkat elektronik. Penting untuk memilih jenis MCB yang sesuai daya rumah.

4. Pisahkan Jalur untuk Lampu dan Stop Kontak

Perlu membagi jalur listrik sesuai kebutuhan, karena lampu membutuhkan daya yang lebih ringan daripada stop kontak. Adanya pemisahan jalur membuat arus lebih stabil. Akibatnya gangguan pada satu jalur tidak memengaruhi jalur lain.

5. Gunakan Pipa Pelindung Kabel

Penting untuk memasang pipa agar kabel lebih aman. Adanya pipa melindungi kabel dari gigitan tikus maupun serangga. Selain itu mampu menjaga kabel dari tekanan dinding.

6. Tempatkan Stop Kontak pada Area Aman

Sangat penting untuk menghindari pemasangan dekat air, jadi jarak dari wastafel dan kamar mandi harus jadi perhatian. Stop kontak juga harus berada pada posisi yang mudah dalam menjangkaunya.

7. Periksa Sambungan Sebelum Menutup Dinding

Perlu memastikan semua sambungan terpasang kuat, karena sambungan yang longgar bisa memicu percikan listrik. Pemeriksaan awal mencegah masalah pada kemudian hari.

8. Gunakan Teknisi Berpengalaman untuk Pengecekan Akhir

Bisa meminta teknisi untuk memeriksa hasil instalasi. Hal ini karena teknisi melakukan pengujian beban dengan alat yang sesuai. Setiap jalur listrik melalui pemeriksaan dari kotak MCB hingga titik akhir.

Alasan Penting Instalasi Listrik Interior Perlu yang Tertata

Alasan Penting Instalasi Listrik Interior Perlu yang Tertata

Instalasi listrik yang tidak tertata bisa menimbulkan banyak masalah pada dalam rumah. Banyak orang ternyata baru menyadarinya setelah terjadi gangguan. Sehingga kabel yang berantakan sering jadi anggapan biasa.

Padahal sebenarnya risiko korsleting listrik bisa meningkat setiap waktu. Berikut ini terdapat beberapa alasan penting kenapa instalasi listrik interior perlu yang tertata yaitu:

1. Mengurangi Risiko Korsleting Listrik

Instalasi yang tertata mencegah kabel saling bergesekan sehingga sambungan tidak saling bertumpuk. Arus listriknya mengalir melalui jalur yang benar. Akibatnya risiko korsleting bisa meminimalisirnya secara nyata.

2. Mencegah Kebakaran Akibat Arus Berlebih

Penataan yang rapi membantu menjaga kabel tidak panas berlebihan. Selain itu sirkulasi udara pada sekitar kabel jadi lebih baik. Sehingga panas tidak terjebak pada satu titik yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

3. Memudahkan Proses Perbaikan

Jalur yang tertata membuat teknisi mudah menelusuri masalahnya. Selain itu titik gangguan cepat dalam menemukannya. Hal ini menjadikan proses perbaikan tidak memakan waktu lama.

4. Membuat Distribusi Arus Lebih Stabil

Instalasi yang rapi membagi beban listrik dengan seimbang. Selain itu satu jalur tidak menanggung beban berlebih. Alirannya menjadi lebih stabil pada setiap ruangan.

5. Menjaga Umur Peralatan Elektronik

Arus yang stabil membantu perangkat bekerja secara normal, jadi lonjakan arus bisa mencegahnya. Komponen yang ada pada dalam alatnya tidak cepat rusak, sehingga usia pakai peralatan menjadi lebih panjang.

6. Memberi Tampilan Interior yang Lebih Rapi

Kabel yang tersembunyi membuat ruangan terlihat bersih. Selain itu tidak ada gulungan kabel yang mengganggu. Penataan ini membuat desain interior terlihat lebih menarik.

7. Menghindari Risiko Sengatan Listrik

Instalasi yang tertata menutup semua sambungan dengan aman, jadi tidak ada kabel terbuka yang berbahaya. Risiko tersentuh arus listrik bisa menghindarinya dengan baik.

8. Mempermudah Pengembangan Instalasi di Masa Depan

Jalur yang rapi memudahkan penambahan titik baru, sehingga tidak perlu membongkar seluruh dinding. Proses pemasangan tambahan menjadi lebih cepat.

Tips Menyambung Kabel Instalasi Listrik Rumah

Tips Menyambung Kabel Instalasi Listrik Rumah

Menyambung kabel instalasi listrik rumah memang membutuhkan ketelitian. Siapapun perlu menjaga keamanan, memastikan arus tidak bocor dan memastikan sambungan bertahan lama.

Banyak kasus korsleting di rumah terjadi karena sambungan yang longgar atau penggunaan metode yang salah. Oleh karena itu, berikut ini ada beberapa tips tersendiri dalam menyambung kabel instalasi listrik yaitu:

1. Matikan Sumber dan Pastikan Aman

Matikan MCB atau pemutus sirkuit yang mengendalikan jalur. Gunakan obeng tester atau multimeter untuk memastikan tidak ada tegangan. Jangan lupa untuk memakai sarung tangan isolasi.

2. Pilih Kabel dan Ukuran yang Sesuai

Pakai kabel dengan penampang yang sesuai beban. Sangat penting pilih kabel berisolasi sesuai standar SNI atau IEC. Karena kabel yang terlalu kecil akan panas, sedangkan terlalu besar sulit menyambungnya tanpa alat khusus.

3. Siapkan Konektor yang Benar

Sebaiknya pakai konektor berkualitas. Hindari menyambung hanya dengan melilitnya lalu membalutnya dengan selotip. Konektor sendiri mampu mencegah serabut lepas dan menurunkan hambatan.

4. Potong dan Kupas Kabel Rapi

Potong ujung kabel lurus, lalu kupas isolasi sesuai panjang terminal. Sebaiknya jangan kupas terlalu panjang, karena potongan bersih mencegah serabutnya putus.

5. Sambungan Mekanis yang Kuat

Masukkan kabel ke konektor dengan penuh lalu kencangkan skrup terminal sesuai rekomendasi pabrikan. Jika menggunakan crimp, pastikan crimp tersebut berfungsi dengan alat yang pas.

6. Lindungi Sambungan dengan Isolasi yang Baik

Pakai selongsong heat shrink atau isolasi listrik berkualitas untuk menutup sambungan. Heat shrink memberikan perlindungan mekanis dan kedap tersendir. Hindari hanya menggunakan isolasi yang tipis.

7. Uji Setelah Menyambung

Setelah sambungan jadi, periksa dengan memakai multimeter. Lakukan tes ketahanan terhadap isolasi jika tersedia. Nyalakan MCB dan amati dengan baik.

Penutup

Instalasi listrik interior yang aman memberikan perlindungan jangka panjang. Akan tetapi sangat perlu memahami dasar pemasangannya. Selain itu juga harus memilih material berkualitas.

Untuk informasi mengenai jasa bedah rumah yang kami tawarkan, bisa langsung hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.

Scroll to Top