Perbaikan Sistem Kelistrikan: Cegah Risiko Korsleting

Perbaikan Sistem Kelistrikan: Cegah Risiko Korsleting

Keamanan listrik rumah adalah elemen paling penting untuk diperhatikan, pasalnya jika sampai ada kesalahan sedikit saja bisa berdampak hingga kebakaran atau sampai mengancam keselamatan penghuninya. Oleh karena itu, perbaikan sistem kelistrikan secara berkala sangat penting untuk keamanan keluarga. Selain itu, sistem listrik yang terawat baik dapat menghemat biaya tagihan listrik bulanan.

Ini Penyebab Terjadinya Korsleting Listrik

Ini Penyebab Terjadinya Korsleting Listrik

Memahami penyebab korsleting membantu perbaikan sistem kelistrikan yang lebih efektif dan tepat sasaran. Sebelum mulai perbaikan, berikut pahami dulu apa saja penyebab terjadinya korseleting listrik.

1. Kesalahan Instalasi

Instalasi listrik yang tidak dilakukan oleh teknisi profesional sering kali tidak sesuai standar keamanan. Hal ini bisa menyebabkan hubungan arus pendek yang berbahaya, terutama jika kabel terpasang tanpa pelindung atau tidak rapi.

2. Kabel Rusak atau Usang

Kabel yang sudah berumur atau terkelupas lapisan luarnya sangat rentan menimbulkan korsleting. Kondisi ini biasanya ditemukan pada bangunan lama atau kabel yang sering terkena gesekan.

3. Daya Listrik Berlebihan

Menyalakan terlalu banyak perangkat dalam satu sumber listrik bisa menyebabkan beban berlebih. Jika MCB (Mini Circuit Breaker) tidak bekerja maksimal, potensi korsleting akan meningkat.

4. Stop Kontak Kendur atau Basah

Stop kontak yang sudah kendur atau terkena air berisiko memicu percikan api atau arus pendek. Karena itu, penting untuk memastikan area stop kontak selalu kering dan dalam kondisi baik.

5. Sambungan Kabel Tidak Sempurna

Sambungan kabel yang tidak dikencangkan atau tidak menggunakan konektor yang benar bisa menyebabkan aliran listrik tidak stabil. Lama-kelamaan, hal ini bisa menyebabkan panas berlebih dan korsleting.

Cara Perbaikan Sistem Kelistrikan Terhindar Korsleting

Cara Perbaikan Sistem Kelistrikan Terhindar Korsleting

Langkah perbaikan yang sistematis dapat mencegah risiko korsleting secara maksimal dan berkelanjutan. Berikut ini panduan perbaikan sistem kelistrikan dengan tepat yang bisa diterapkan untuk hunian.

1. Gunakan Jasa Teknisi Listrik Bersertifikat

Perbaikan listrik sebaiknya tidak dilakukan sendiri jika tidak memiliki keahlian. Gunakan jasa teknisi profesional agar pemasangan atau perbaikan sesuai standar keamanan dan tidak asal sambung kabel.

2. Ganti Kabel yang Usang atau Terkelupas

Periksa kabel-kabel di rumah secara berkala, terutama yang terlihat sudah tua atau lapisannya mulai rusak. Kabel yang mengelupas sangat berbahaya dan bisa menyebabkan arus pendek. Segera ganti dengan kabel standar SNI yang berkualitas.

3. Gunakan MCB dan ELCB yang Sesuai Kapasitas

Pastikan Mini Circuit Breaker (MCB) dan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) memiliki kapasitas yang sesuai dengan beban listrik di rumah. Kedua alat ini berfungsi sebagai pemutus arus otomatis jika terjadi gangguan, termasuk korsleting.

4. Periksa dan Perbaiki Stop Kontak yang Longgar

Stop kontak yang longgar atau berkarat bisa menyebabkan percikan api saat digunakan. Segera perbaiki atau ganti dengan stop kontak baru yang lebih aman. Hindari juga menumpuk colokan terlalu banyak dalam satu titik.

5. Buat Instalasi Listrik Tertutup dan Rapi

Pastikan seluruh jalur kabel ditanam di dalam pipa pelindung dan tidak dibiarkan terbuka. Instalasi yang rapi dan tersembunyi meminimalkan risiko kabel tergesek atau terkena air.

Tips Cegah Kebakaran Akibat Korseleting Listrik

Tips Cegah Kebakaran Akibat Korseleting Listrik

Pencegahan kebakaran memerlukan tindakan proatif cepat tanggap. Hal itu bisa dilakukan jika memahami alur tentang kelistrikan. Berikut ini tips menjaga listrik agar tidak terjadi korseleting.

1. Gunakan Instalasi Listrik Sesuai Standar

Pastikan instalasi listrik rumah dilakukan oleh teknisi bersertifikat dan mengikuti standar keamanan nasional. Gunakan kabel berkualitas yang sesuai dengan daya listrik yang digunakan. Hindari menyambung kabel secara asal-asalan atau tanpa pelindung.

2. Periksa dan Servis Rutin Instalasi Listrik

Lakukan pemeriksaan berkala pada kabel, stop kontak, dan panel listrik. Gantilah segera jika terlihat ada kabel terkelupas, hangus, atau berbau gosong. Pemeriksaan rutin bisa mencegah kerusakan kecil berkembang menjadi korsleting besar.

3. Hindari Menumpuk Colokan pada Satu Stop Kontak

Jangan menggunakan terminal listrik (stecker) secara berlebihan dalam satu stop kontak. Beban listrik yang terlalu besar bisa memicu panas berlebih dan korsleting. Gunakan steker berlabel SNI dan batasi penggunaan sesuai kapasitasnya.

4. Matikan Peralatan Listrik Saat Tidak Digunakan

Cabut kabel peralatan elektronik saat tidak digunakan, terutama saat meninggalkan rumah. Alat elektronik yang terus tersambung tetap mengalirkan listrik dan bisa menyebabkan percikan jika terjadi gangguan. Kebiasaan ini juga bisa menghemat listrik.

5. Pasang Alat Pengaman Listrik Tambahan

Memanfaatkan penggunaan Mini Circuit Breaker (MCB) atau Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) sebagai pengaman arus listrik. Alat ini akan memutus aliran listrik secara otomatis jika terjadi kelebihan beban atau kebocoran arus. Pemasangan alat pengaman ini sangat penting untuk mencegah kebakaran.

Jika membutuhkan konsultasi yang berkaitan untuk kelangsungan pembangunan rumah, renovasi rumah atau perbaikan elemen rumah, bisa menghubungi WhatsApp berikut ini untuk mendapatkan jawaban hingga dibantu tukang berpengalaman.

Kesimpulan

Dengan artikel ini; penyebab korsleting listrik bisa membantu pencegahan yang lebih efektif dan terarah. Selain itu, perbaikan sistem kelistrikan secara berkala menjadi investasi keamanan jangka panjang. Kemudian, tips pencegahan kebakaran memberikan perlindungan maksimal untuk keluarga dan hunian.

Scroll to Top