Desain atap rumah memiliki berbagai bentuk yang masing-masing menawarkan karakteristik unik dan berbeda-beda. Memahami pemasangan atap pelana plus minusnya sangat penting sebelum memutuskan desain atap rumah impian. Atap pelana merupakan model klasik yang masih populer hingga kini di seluruh Indonesia. Namun demikian, tidak semua orang mengetahui secara detail tentang kelebihan dan kekurangannya dengan jelas. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang atap pelana untuk hunian.
Memilih model atap yang tepat dapat mempengaruhi kenyamanan dan biaya perawatan rumah secara signifikan. Selain itu, desain atap juga berpengaruh pada estetika keseluruhan bangunan yang sangat penting sekali. Sayangnya, banyak pemilik rumah hanya mempertimbangkan aspek visual tanpa memikirkan aspek fungsionalnya dengan matang.
Mengenali Keunggulan Atap Kelana
Drainase Air Hujan yang Sangat Efektif
Pertama-tama, bentuk kemiringan dua sisi pada atap pelana membuat air hujan mengalir dengan sangat cepat. Air tidak akan menggenang di permukaan atap sehingga risiko kebocoran dapat diminimalkan secara drastis. Selain itu, sistem drainase alami ini mencegah kerusakan struktur atap akibat beban air berlebih. Dengan demikian, umur atap menjadi lebih panjang dan tidak memerlukan perbaikan terlalu sering sekali.
Ruang Loteng yang Luas dan Fungsional
Kedua, atap pelana menciptakan ruang loteng atau attic yang cukup tinggi untuk berbagai fungsi. Ruang ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan barang atau bahkan kamar tambahan yang nyaman. Oleh karena itu, Anda mendapatkan space ekstra tanpa harus memperluas lahan bangunan yang terbatas sekali. Selanjutnya, ventilasi di ruang loteng juga membantu sirkulasi udara rumah menjadi lebih optimal setiap waktu.
Desain Klasik yang Timeless
Ketiga, tampilan atap pelana memberikan kesan klasik yang tidak pernah ketinggalan zaman atau kuno. Desain ini cocok dengan berbagai gaya arsitektur dari tradisional hingga modern kontemporer yang stylish. Dengan kata lain, rumah Anda tetap terlihat menarik meski tren arsitektur berubah-ubah setiap tahunnya. Kemudian, kesederhanaan bentuk membuatnya mudah dipadukan dengan elemen desain lain yang beragam dan bervariasi.
Konstruksi Sederhana dan Ekonomis
Keempat, struktur atap pelana relatif sederhana sehingga biaya konstruksi lebih terjangkau dibanding model kompleks. Rangka atap hanya memerlukan kuda-kuda segitiga yang mudah dipasang oleh tukang berpengalaman biasa saja. Akibatnya, waktu pengerjaan lebih cepat dan biaya upah dapat ditekan secara signifikan untuk proyek. Oleh sebab itu, atap pelana menjadi pilihan ekonomis bagi mereka dengan budget terbatas namun tetap berkualitas.
Ventilasi Alami yang Optimal
Kelima, ruang di bawah atap pelana memungkinkan instalasi ventilasi yang sangat efektif untuk sirkulasi udara. Udara panas dapat keluar melalui ventilasi di bagian puncak atap dengan sangat mudah. Sebaliknya, udara sejuk dapat masuk dari bagian bawah menciptakan efek chimney alami yang nyaman sekali. Dengan demikian, suhu ruangan tetap sejuk tanpa harus terlalu bergantung pada pendingin buatan AC.
Kekurangan Menggunakan Atap Pelana
Memerlukan Lahan Bangunan yang Luas
Pertama, atap pelana membutuhkan space horizontal yang lebih lebar dibanding atap datar atau model lainnya. Untuk bangunan di lahan sempit, atap pelana bisa membuat tampilan bangunan kurang proporsional dan kurang menarik. Selain itu, overstek atau teritis di sisi bangunan memerlukan ruang tambahan yang cukup signifikan sekali.
Biaya Material Lebih Banyak
Kedua, luas permukaan atap pelana lebih besar dibanding atap datar dengan luas bangunan yang sama. Area atap yang lebih luas berarti kebutuhan material seperti genteng dan rangka juga lebih banyak. Dengan kata lain, budget untuk material atap harus disiapkan lebih besar dari perkiraan awal biasanya.
Perawatan Area Plafon Lebih Sulit
Ketiga, ruang loteng yang luas di bawah atap pelana sering menjadi tempat berkembangnya hama. Tikus, kelelawar, atau serangga dapat bersarang di area yang jarang dikontrol secara rutin. Akibatnya, kebersihan dan kesehatan lingkungan rumah dapat terganggu jika tidak dirawat dengan baik rutin. Oleh sebab itu, inspeksi berkala ke ruang loteng sangat diperlukan untuk mencegah masalah yang lebih serius.
Rentan Terhadap Angin Kencang
Keempat, permukaan miring atap pelana dapat menjadi sasaran empas angin kencang yang sangat kuat. Jika kualitas pemasangan tidak sempurna, genteng bisa terangkat atau bahkan terbang saat badai ekstrem. Sebaliknya, atap dengan kemiringan rendah cenderung lebih stabil menghadapi tekanan angin dari berbagai arah kuat.
Keterbatasan Desain Eksterior
Kelima, bentuk atap pelana yang standar kadang terkesan monoton dan kurang inovatif untuk rumah modern. Bagi mereka yang menginginkan tampilan futuristik atau unik, atap pelana mungkin terlalu konvensional dan biasa. Oleh karena itu, kreativitas desain eksterior menjadi lebih terbatas dibanding model atap yang lebih fleksibel.
Apa yang Perlu Dipersiapkan untuk Pemasangan Atap Pelana
Perhitungan Sudut Kemiringan yang Tepat
Pertama-tama, tentukan sudut kemiringan atap yang sesuai dengan kondisi iklim daerah Anda tinggal. Untuk area dengan curah hujan tinggi, kemiringan minimal 30 derajat sangat direkomendasikan untuk drainase. Selain itu, sudut yang terlalu curam akan meningkatkan biaya material dan kesulitan konstruksi yang signifikan.
Pemilihan Material Rangka yang Kuat
Kedua, pilih material rangka atap yang sesuai dengan budget dan kebutuhan kekuatan struktural yang diinginkan. Baja ringan menawarkan kekuatan tinggi dengan bobot minimal yang sangat efisien untuk struktur modern. Oleh karena itu, jika menggunakan kayu, pastikan kayu berkualitas baik dan telah diawetkan dari serangan rayap.
Menentukan Jenis Penutup Atap
Ketiga, sesuaikan jenis penutup atap dengan desain dan budget yang telah Anda rencanakan sejak awal. Genteng tanah liat memberikan tampilan klasik namun lebih berat untuk struktur rangka yang harus kuat. Dengan kata lain, atap metal atau uPVC lebih ringan dan mudah dipasang dengan waktu singkat.
Persiapan Sistem Talang dan Drainase
Keempat, pasang sistem talang air yang memadai untuk mengarahkan air hujan dari atap ke saluran pembuangan. Talang yang tidak memadai dapat menyebabkan air melimpah dan merusak dinding atau fondasi bangunan rumah. Oleh sebab itu, gunakan material talang yang tahan karat dan mudah dibersihkan untuk maintenance optimal rutin.
Menyiapkan Akses untuk Perawatan
Kelima, rencanakan akses yang aman untuk pemeriksaan dan perawatan atap di masa mendatang secara rutin. Instalasi tangga permanen atau hook point memudahkan akses saat ada kerusakan yang perlu diperbaiki cepat. Sebaliknya, atap tanpa akses aman berisiko menyebabkan kecelakaan saat dilakukan maintenance oleh teknisi profesional.
Kesimpulan
Memahami pemasangan atap pelana plus minusnya memberikan wawasan lengkap untuk membuat keputusan yang tepat. Mulai dari keunggulan drainase, ruang loteng, hingga kekurangan biaya dan perawatan semuanya telah dibahas. Selain itu, persiapan yang matang sangat menentukan kesuksesan konstruksi atap pelana yang berkualitas tinggi.


