Cara Renovasi Plafon Gypsum – Plafon gypsum telah menjadi pilihan populer dalam dunia konstruksi modern karena tampilannya yang bersih, ringan, dan mudah dibentuk sesuai desain interior.
Namun, seiring waktu, plafon gypsum bisa mengalami berbagai kerusakan seperti retak, melengkung, hingga roboh akibat pemasangan yang kurang tepat, kelembapan atau hal lain. Sehingga dibutuhkan renovasi plafon gypsum.
Dalam artikel ini akan memberikan informasi mengenai cara renovasi plafon gypsum agar lebih kuat dan rapi. Yuk simak!
Kapan Sebaiknya Renovasi Plafon gypsum Dilakukan?

Renovasi palfon gypsum lakukan saat terjadi hal-hal berikut ini.
1. Saat Terjadi Kerusakan Fisik yang Terlihat
Renovasi sebaiknya dilakukan ketika plafon gypsum mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan seperti retak, lubang, atau melengkung. Kerusakan tersebut dapat mengganggu keindahan dan bahkan membahayakan penghuni jika dibiarkan. Penanganan dini akan mencegah masalah menjadi lebih besar dan mahal.
2. Ketika Terjadi Kebocoran dari Atap
Jika plafon gypsum mengalami perubahan warna atau rembesan air, bisa jadi itu akibat kebocoran dari atap. Kondisi ini menyebabkan plafon cepat lapuk, berjamur, dan mudah ambruk. Renovasi dibutuhkan segera setelah sumber kebocoran diperbaiki untuk menghindari kerusakan lanjutan.
3. Saat Ingin Mengubah Tampilan Interior
Renovasi plafon gypsum juga dapat dilakukan saat penghuni ingin mengganti konsep desain interior rumah. Plafon bisa diubah bentuknya, diberi ornamen, atau dicat ulang agar sesuai dengan gaya baru ruangan. Ini menjadi momen yang tepat untuk sekaligus memperbaiki area yang mulai usang.
4. Bila Plafon Sudah Usang dan Tidak Layak
Plafon gypsum memiliki usia pakai, dan seiring waktu bahan bisa rapuh atau menguning. Jika plafon sudah terlihat kusam dan tak sedap dipandang, renovasi menjadi langkah terbaik. Dengan mengganti plafon lama, tampilan ruangan pun kembali segar dan bersih.
Penyebab Plafon Gypsum Rusak

Berikut ini adalah beberapa penyebab plafon gypsum ruak sehingga memerlukan renovasi perbaikan.
1. Kelembapan dan Kebocoran
Faktor utama yang menyebabkan plafon gypsum rusak adalah kelembapan berlebih yang berasal dari atap bocor, pipa AC, atau lingkungan yang lembap. Gypsum bersifat menyerap air, sehingga jika terkena air dalam waktu lama, plafon akan melengkung dan rapuh.
2. Kualitas Rangka yang Buruk
Plafon gypsum dipasang pada rangka, biasanya terbuat dari kayu atau besi hollow. Jika rangkanya tidak kuat atau berkarat, maka plafon tidak akan bisa menahan beban dengan baik. Ini akan menyebabkan plafon turun atau bahkan ambruk.
3. Kesalahan Pemasangan
Penggunaan sekrup atau paku yang tidak tepat, jarak antar rangka yang tidak sesuai standar, serta sambungan papan gypsum yang asal-asalan dapat mempercepat kerusakan plafon. Hal ini bisa membuat sambungan gypsum mudah retak atau terlepas.
4. Gempa atau Getaran Bangunan
Wilayah rawan gempa atau bangunan yang sering mengalami getaran (misalnya karena lalu lintas berat) bisa membuat plafon gypsum mengalami pergeseran, retak, atau pecah pada bagian tertentu.
5. Usia Pakai yang Sudah Tua
Seperti elemen bangunan lainnya, plafon gypsum juga memiliki usia pakai. Semakin tua usia plafon, semakin besar kemungkinan terjadi penurunan kualitas material dan perlu direnovasi secara menyeluruh.
Cara Renovasi Plafon Gypsum yang tepat Sehingga Lebih Kuat dan Rapi

Berikut ini cara renovasi plafon gypsum yang tepat sehingga lebih kuat dan rapi.
1. Pemeriksaan Kerusakan Secara Menyeluruh
Langkah pertama adalah melakukan pengecekan menyeluruh terhadap plafon. Perhatikan apakah ada bagian yang menggelembung, retak, atau berubah warna. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui apakah perlu perbaikan sebagian atau renovasi total.
2. Bongkar Bagian yang Rusak
Jika ditemukan area yang rusak, bongkar bagian tersebut secara hati-hati. Gunakan alat bantu seperti tang, cutter, atau obeng. Pastikan tidak merusak area plafon yang masih bagus agar tidak perlu mengganti seluruh bagian.
3. Cek dan Ganti Rangka
Renovasi yang baik tidak cukup hanya mengganti gypsum, tetapi juga memeriksa rangkanya. Bila rangka kayu terlihat lapuk atau besi hollow mengalami korosi, gantilah dengan material baru yang lebih kuat dan tahan lama.
4. Pasang Ulang Papan Gypsum
Setelah rangka diganti atau diperbaiki, pasang papan gypsum dengan sekrup gypsum yang sesuai. Pastikan papan terpasang rapi dan rata dengan rangka, tanpa ada celah besar antar sambungan.
5. Tutup Sambungan dan Retakan
Gunakan kompon gypsum (joint compound) dan paper tape atau jaring fiber untuk menutup sambungan antar papan. Langkah ini penting agar plafon terlihat rata dan tidak menimbulkan retakan di kemudian hari.
6. Amplas dan Finishing
Setelah kompon kering, amplas seluruh permukaan agar rata. Lakukan pengecatan ulang menggunakan cat plafon yang tahan lembap dan tidak mudah mengelupas. Jika ingin hasil lebih estetik, tambahkan ornamen gypsum seperti lis atau molding.
Penutup
Renovasi plafon gypsum adalah langkah penting untuk menjaga keindahan dan kekuatan interior rumah. Dengan memperhatikan cara renovasi plafon gypsum di atas, penghuni bisa mendapatkan plafon yang tidak hanya kuat, tetapi juga estetik dan tahan lama.
Kami menyediakan jasa bedah rumah dengan tukang profesional yang membantu segala kebutuhan konstruksi kamui termasuk renovasi plafon gypsum. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi WhatsApp berikut ini.



