Flashing Atap Rumah – Menjaga kekuatan bangunan rumah dari ancaman cuaca ekstrem merupakan prioritas utama bagi setiap pemilik hunian di Indonesia.
Banyak orang seringkali hanya fokus pada keindahan genteng tanpa memperhatikan detail sambungan yang sangat penting. Oleh karena itu, pemasangan flashing atap rumah menjadi solusi teknis yang sangat penting untuk mencegah terjadinya kebocoran sejak awal.
Air hujan sendiri bisa dengan mudah menyusup melalui celah terkecil di antara pertemuan dinding dan atap bangunan. Bahkan, kerusakan plafon yang parah seringkali bermula dari rembesan air yang tidak tertangani pada bagian sudut tersebut.
Jadi, penting untuk mempelajarinya lebih dalam. Melalui artikel kali ini akan menjelaskan lebih dalam mengenai flashing atap dari berbagai hal. Oleh karena itu, untuk selengkapnya simak artikel berikut.
Apa Itu Flashing Atap dan Berbagai Fungsinya
Memahami elemen teknis pada konstruksi atap sangatlah penting agar rumah memiliki sistem perlindungan yang benar-benar kuat dan sangat handal.
Banyak pemilik hunian yang hanya memperhatikan keindahan genteng tanpa menyadari adanya celah berbahaya pada setiap bagian sambungan bangunan. Penggunaan flashing atap rumah menjadi kunci utama dalam menutup ruang kosong yang sering menjadi jalan masuk air hujan.
Berikut ini ada beberapa penjelasan menarik tentang flashing atap dan berbagai fungsinya yaitu:
1. Definisi Dasar Flashing Atap
Flashing adalah lembaran material tipis dan kedap air yang pemasangannya pada area sambungan atau sudut-sudut atap rawan bocor. Selain itu, flashing atap rumah biasanya terbuat dari material logam seperti aluminium, baja ringan, atau bahan karet sintetis yang fleksibel.
Komponen ini berfungsi sebagai perisai pelapis yang menutup celah antara dua permukaan yang berbeda agar tidak tertembus air.
2. Menutup Celah Pertemuan Atap dan Dinding
Fungsinya yang paling umum adalah melindungi area pada bidang atap bertemu dengan dinding vertikal bangunan tinggi. Celah kecil pada pertemuan ini sering kali menjadi jalur utama bagi air hujan untuk merembes masuk ke plafon.
3. Melindungi Struktur Rangka dari Pelapukan
Flashing berperan sangat penting dalam menjaga agar rangka kayu atau baja ringan pada bawah genteng tidak terkena air. Karena air yang merembes tanpa perlindungan bisa memicu pembusukan pada kayu serta menyebabkan korosi pada material logam penyangga utama atap.
4. Mengarahkan Aliran Air Menuju Talang
Desain flashing yang landai berfungsi untuk memandu air hujan mengalir dengan sangat lancar menuju sistem drainase atau talang air. Oleh karena itu, tidak akan terjadi genangan air pada sudut-sudut atap yang bisa merusak kualitas cat serta material penutup bangunan.
5. Segel Perlindungan di Sekitar Lubang
Setiap lubang pada atap seperti cerobong asap atau pipa ventilasi sangat membutuhkan flashing untuk menutup area pada sekelilingnya. Area lubang vertikal ini merupakan titik yang paling rawan mengalami kebocoran parah jika tidak tersegel dengan sangat kuat.
6. Menjaga Kestabilan Genteng dari Angin Kencang
Pemasangan flashing pada bagian pinggiran atau lisplang berfungsi juga untuk mengunci posisi kepingan genteng agar tidak mudah terlepas tertiup angin. Atap rumah akan menjadi jauh lebih stabil dan sangat kokoh meskipun terjadi cuaca buruk atau badai yang hebat.
7. Meningkatkan Nilai Keindahan dan Kerapian
Penggunaan flashing memberikan hasil akhir atau finishing bangunan yang terlihat jauh lebih rapi, bersih, dan juga tampak sangat profesional. Tidak jarang bisa memilih warna flashing yang senada dengan warna atap agar hunian terlihat lebih harmonis serta memiliki kemewahan.
8. Mencegah Kerusakan Plafon dan Interior
Fungsi paling nyata dari flashing adalah mencegah munculnya noda air atau jamur pada plafon dalam ruangan rumah. Para penghuninya tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk melakukan pengecatan ulang atau perbaikan plafon akibat rembesan air terus menerus.
Berbagai Jenis Flashing Atap yang Ada
Mengenal berbagai varian komponen pelindung sambungan sangatlah penting agar bisa menentukan solusi yang paling tepat untuk setiap sudut bangunan.
Setiap area pada atap rumah memiliki karakteristik beban air dan risiko kebocoran yang sangat berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, berikut ini ada berbagai jenis flashing atap hunian yang ada yaitu:
1. L-Flashing
Jenis ini merupakan varian yang paling sering menggunakannya untuk menutup celah pertemuan antara bidang atap miring dengan dinding rumah. Bentuknya yang menyerupai huruf L memungkinkan satu sisi menempel pada dinding dan sisi lainnya menutup bagian atas genteng.
2. Flashing Lembah
Kedua, jenis ini rancangannya khusus untuk area “lembah” atau pertemuan dua bidang atap miring yang membentuk sudut cekung pada tengah. Material ini berfungsi sebagai saluran air darurat yang mampu menampung volume air hujan sangat besar dari dua sisi.
3. Nok atau Bubungan
Flashing ini memasangnya pada bagian puncak tertinggi atap untuk menutup pertemuan antara dua sisi bidang miring yang berlawanan arah. Pelindung ini sangat penting untuk mencegah air hujan masuk melalui bagian atas rumah saat tertiup angin kencang.
4. Drip Edge Flashing (Tepi Tetes)
Jenis ini memasangnya pada sepanjang tepi bawah atap untuk memastikan air jatuh menjauh dari struktur lisplang dan rangka kayu. Tanpa adanya drip edge, air hujan akan merambat ke bagian bawah material atap dan memicu pembusukan pada kayu penyangga.
5. Flashing Cerobong
Bagi rumah yang memiliki cerobong asap atau dekorasi vertikal, jenis ini pemakaiannya untuk menyegel sekeliling dasar struktur tersebut secara melingkar. Sistem ini biasanya terdiri dari beberapa lapisan material agar sambungan yang sangat sulit ini benar-benar terbebas dari kebocoran.
6. Flashing Pipa
Komponen ini memiliki bentuk unik dengan lubang pada tengah yang dilengkapi dengan karet elastis untuk membungkus pipa ventilasi udara. Leher flashing yang fleksibel akan mengikuti diameter pipa sehingga menutup celah lubang pada atap dengan rapat dan kencang.
7. Flashing Bertingkat
Model ini terdiri dari potongan-potongan kecil yang memasangnya secara selang-seling di antara setiap susunan genteng pada pertemuan dinding samping.
Air akan mengalir menuruni “tangga” flashing ini dan mengarahkannya keluar menuju permukaan genteng di bawahnya secara bertahap.
8. Apron Flashing
Jenis ini penggunaannya pada bagian bawah jendela atap (skylight) atau area di mana permukaan vertikal bertemu dengan atap datar. Desainnya yang lebar berfungsi untuk menangkap aliran air dari bidang atas dan membuangnya langsung ke permukaan atap selanjutnya.
Cara Pemasangan Flashing Atap yang Benar
Melakukan pemasangan komponen pelindung sambungan dengan teknik yang tepat merupakan kunci utama untuk menjamin kekuatan jangka panjang atap rumah.
Banyak masalah kebocoran yang tetap muncul meskipun sudah menggunakan material mahal hanya karena kesalahan kecil saat proses pemasangannya. Berikut ini ada beberapa cara pemasangan flashing atap hunian yang benar yaitu:
1. Melakukan Pembersihan Area Kerja Secara Total
Langkah pertama adalah memastikan permukaan dinding dan bagian atas atap yang akan menempelkan flashing benar-benar bersih dari debu maupun kotoran. Pastikan tidak ada sisa semen atau minyak yang menempel agar bahan perekat nantinya bisa menyatu dengan sangat kuat.
2. Melakukan Pengukuran dan Pemotongan yang Presisi
Ukurlah panjang area sambungan secara mendetail menggunakan meteran sebelum mulai melakukan pemotongan pada lembaran material flashing yang tersedia. Gunakan alat pemotong yang tajam agar hasil potongan tetap rapi serta tidak merusak lapisan pelindung.
3. Membuat Guratan atau Torehan pada Dinding
Buatlah sedikit guratan atau celah horizontal pada permukaan dinding tempat ujung bagian atas flashing akan dimasukkan atau tertanam nantinya. Air yang mengalir turun dari dinding akan langsung masuk ke dalam talang flashing tanpa sempat menyelinap ke balik material.
4. Menerapkan Sistem Tumpang Tindih (Overlap)
Saat menyambung dua lembaran flashing, pastikan memberikan jarak tumpang tindih minimal sebesar 10 cm untuk mencegah rembesan air masuk. Lembaran yang berada pada posisi lebih tinggi harus selalu berada di atas lembaran yang posisinya lebih rendah sesuai arah aliran air.
5. Memasang Sekrup dengan Karet Pelindung
Kencangkan posisi flashing menggunakan sekrup khusus yang sudah lengkap dengan ring karet atau seal untuk menutup lubang bekas bor. Pastikan sekrup tertanam pada bagian rangka yang kokoh agar flashing tidak mudah terangkat saat terkena terpaan angin kencang.
6. Mengaplikasikan Sealant Berkualitas Tinggi
Gunakanlah cairan penyegel atau sealant khusus konstruksi pada setiap garis pertemuan antara flashing dengan dinding maupun dengan permukaan material atap.
7. Memeriksa Sudut Kemiringan Aliran Air
Pastikan posisi flashing memiliki sudut kemiringan yang cukup untuk mengarahkan air menuju ke arah luar atau langsung ke dalam talang. Hindari adanya bagian yang terlihat mendatar atau cekung.
8. Melakukan Uji Coba dengan Siraman Air
Setelah seluruh proses pemasangan selesai dan sealant sudah mengering, lakukanlah uji coba dengan menyiramkan air menggunakan selang bertekanan cukup tinggi.
Saat ini tersedia jasa bedah rumah yang bisa memasang flashing atap dengan benar dan awet. Untuk informasi mengenai jasa bedah rumah yang kami tawarkan, bisa langsung hubungi Whatsapp yang tertera berikut ini.
Penutup
Jadi itulah tadi penjelasan mengenai berbagai fungsi, jenis, dan pemasangan dari flashing atap rumah. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan inspirasi tersendiri.