Tips Memilih Tukang Renovasi – Melakukan renovasi rumah bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Di sinilah peran tukang renovasi menjadi sangat penting.
Tukang yang berpengalaman dan profesional akan memahami detail teknis pekerjaan, menghemat waktu, dan menjaga anggaran tetap terkendali. Sebaliknya, tukang yang asal-asalan bisa menyebabkan pembengkakan biaya, pekerjaan yang molor, hingga kerusakan tambahan pada struktur bangunan.
Dalam artikel ini akan memberikan tips dalam memilih tukang renovasi profesional dan terpercaya. Yuk simak!
Pentingnya Memilih Tukang Renovasi yang Tepat

Berikut ini pentingnya memilih tukang renovasi yang tepat.
1. Menghindari Biaya Tambahan yang Tidak Terduga
Tukang yang tidak kompeten bisa melakukan kesalahan pengerjaan atau salah hitung material, yang pada akhirnya membuat biaya proyek membengkak. Tukang profesional akan bekerja sesuai spesifikasi dan memberikan estimasi biaya yang transparan.
2. Menjaga Kualitas dan Keamanan Bangunan
Struktur yang direnovasi tanpa keahlian dapat mengganggu stabilitas bangunan. Tukang berpengalaman memahami struktur bangunan lama dan mampu memperbaiki tanpa merusak elemen penting lainnya.
3. Efisiensi Waktu dan Tenaga
Tukang renovasi yang handal mampu menyelesaikan proyek tepat waktu karena mereka bekerja berdasarkan rencana kerja yang terukur. Ini berbeda dengan tukang tidak profesional yang sering molor karena kurangnya manajemen pekerjaan.
Tips Memilih Tukang Renovasi Profesional dan Terpercaya

Berikut ini adalah beberapa tips dalam memilih tukang profesional dan terpercaya.
1. Riset dan Tanyakan Rekomendasi
Langkah awal yang penting adalah melakukan riset. Manfaatkan media sosial, forum bangunan, atau marketplace jasa untuk melihat review tukang renovasi. Selain itu, minta rekomendasi dari teman atau keluarga yang pernah melakukan renovasi.
Rekomendasi dari orang terdekat biasanya lebih bisa dipercaya karena sudah berdasarkan pengalaman langsung. Jangan ragu juga untuk datang langsung ke proyek yang sedang dikerjakan oleh tukang tersebut jika memungkinkan.
2. Periksa Legalitas dan Kontrak Kerja
Meski bukan perusahaan besar, tukang profesional seharusnya bersedia membuat perjanjian kerja tertulis. Kontrak kerja ini memuat ruang lingkup pekerjaan, waktu pelaksanaan, biaya, serta mekanisme pembayaran dan garansi.
Legalitas seperti NPWP atau izin usaha bisa menjadi nilai tambah, terutama jika bekerja sama dengan penyedia jasa yang memiliki badan hukum. Ini memberikan rasa aman karena ada dasar hukum jika terjadi sengketa pekerjaan.
3. Lihat Spesialisasi dan Pengalaman
Setiap tukang memiliki keahlian masing-masing. Ada yang ahli di struktur beton, ada yang unggul di pemasangan keramik, atau yang khusus menangani interior. Sesuaikan pilihan tukang dengan jenis renovasi yang akan dilakukan.
Misalnya, jika akan memperbaiki dapur dan kamar mandi, pilih tukang yang terbiasa menangani plumbing dan waterproofing. Sementara untuk renovasi atap, tukang yang terbiasa mengerjakan rangka baja ringan akan lebih tepat.
Waspadai Tukang Renovasi Abal-Abal
waspadai tukang renivasu yang berikut ini agar tidak tertipu.
1. Menawarkan Harga Terlalu Murah
Harga murah sering kali menggoda, tetapi perlu dicurigai bila jauh di bawah standar pasar. Bisa jadi mereka menggunakan material kualitas rendah atau mengurangi volume pekerjaan. Bandingkan setidaknya 2–3 penawaran untuk menilai kewajaran harga.
2. Tidak Mau Tanda Tangan Perjanjian
Jika tukang menolak membuat kontrak kerja, besar kemungkinan mereka tidak ingin terikat secara hukum. Ini berisiko tinggi jika di tengah jalan mereka kabur atau tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kesepakatan.
3. Tidak Memberikan Rincian Pekerjaan
Tukang yang profesional akan memberikan rincian pekerjaan lengkap, mulai dari waktu pelaksanaan, urutan pekerjaan, sampai daftar material. Tukang abal-abal cenderung menghindari rincian dan tidak memberikan jadwal yang pasti.
Tips Tambahan Sebelum Renovasi Dimulai
Simak tips tambahan berikut ini sebelum memulai renovasi.
1. Siapkan Desain dan Gambar Kerja
Sebelum mencari tukang, ada baiknya menyiapkan desain atau gambar kerja. Ini akan mempermudah tukang memahami apa yang harus dikerjakan dan menghindari interpretasi yang berbeda. Jika perlu, konsultasikan dengan arsitek atau desainer interior terlebih dahulu.
2. Buat Anggaran Biaya dan Cadangan Dana
Selalu siapkan anggaran yang realistis dan sediakan dana cadangan 10–20% dari total biaya renovasi untuk mengantisipasi biaya tak terduga. Diskusikan secara terbuka dengan tukang mengenai batas anggaran ini.
3. Awasi Pekerjaan Secara Berkala
Meski tukang sudah dipercaya, pengawasan tetap diperlukan. Lakukan pengecekan secara berkala untuk memastikan pekerjaan sesuai gambar dan spesifikasi. Dokumentasikan progres kerja secara rutin untuk referensi dan evaluasi.
Penutup
Memilih tukang renovasi memang membutuhkan ketelitian. Namun, dengan mengikuti tips di atas, proses tersebut bisa dijalani lebih mudah dan aman. Jangan tergesa-gesa memilih hanya karena harga murah atau asal dekat lokasi. Lakukan riset, cek pengalaman, dan bangun komunikasi sejak awal.
Kami menyediakan jasa bedah rumah dengan tukang profesional dan terpercaya sehingga tidak perlu khawatir. Hubungi kami melalui WhatsApp berikut ini untuk informasi lebih lanjut.



