Tips Memperbaiki Lantai Kayu – Lantai kayu merupakan pilihan material lantai yang menampilkan nuansa alami, hangat, dan elegan dalam ruangan.
Namun seiring waktu, lantai kayu rentan mengalami kerusakan karena sifat alaminya yang menyerap kelembapan, perubahan suhu, serta beban aktivitas sehari-hari.
Masalah umum yang sering muncul pada lantai kayu antara lain retak, mengelupas, mengembang, tergores, hingga berjamur. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini tidak hanya mengurangi nilai estetika ruang, tapi juga membahayakan kenyamanan dan keamanan pengguna
Dalam artikel ini akan memberikan tips dalam memperbaiki lantai kayu yang rusak agra kembali indah. Yuk simak!
Penyebab Utama Kerusakan pada Lantai Kayu

Berikut ini adalah beberapa penyebab utama erjadinya kerusakan pada lantai kayu.
1. Kelembapan Berlebih dan Paparan Air
Salah satu penyebab paling umum adalah tingginya kelembapan di sekitar ruangan atau adanya paparan air secara langsung. Lantai kayu memiliki sifat higroskopis, yaitu mudah menyerap uap air dari udara atau permukaan. Saat air meresap ke dalam serat kayu, maka kayu akan mengembang, melengkung, atau bahkan mengelupas. Kebocoran pipa, tumpahan air yang tidak segera dibersihkan, hingga ventilasi buruk dapat mempercepat proses ini.
2. Perubahan Suhu Ekstrem
Perubahan suhu yang drastis, seperti dari suhu panas ke dingin secara mendadak, dapat menyebabkan lantai kayu mengalami pemuaian dan penyusutan secara terus-menerus. Dalam jangka panjang, hal ini akan memicu retakan, melengkungnya permukaan, atau sambungan antar papan yang renggang. Kondisi ini sering terjadi pada ruangan yang tidak memiliki pengatur suhu yang stabil.
3. Beban Berlebih dan Gesekan Kasar
Menempatkan furnitur berat tanpa alas pelindung atau sering menggeser benda di atas permukaan lantai dapat menimbulkan goresan dan bahkan retakan mikro. Beban berat yang statis dalam jangka lama juga bisa menyebabkan papan lantai menjadi cekung atau turun. Selain itu, penggunaan alas kaki yang keras seperti sepatu hak tinggi dapat mempercepat keausan permukaan.
4. Kesalahan Saat Pemasangan
Proses pemasangan lantai kayu yang tidak sesuai prosedur juga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan. Contohnya, tidak memberikan celah ekspansi antara lantai dan dinding, menggunakan alas lantai yang tidak kedap air, atau tidak meratakan permukaan dasar sebelum pemasangan. Kesalahan ini akan menimbulkan tekanan internal yang menyebabkan papan melengkung atau saling mendorong hingga terangkat.
5. Serangan Rayap dan Jamur
Jika lantai kayu berada di lingkungan lembap atau sirkulasi udara yang buruk, maka akan mudah ditumbuhi jamur dan menjadi sarang rayap. Jamur menyebabkan permukaan menjadi lembek, berlendir, bahkan menimbulkan bau tidak sedap. Sementara rayap bisa menghancurkan struktur kayu dari dalam tanpa terlihat pada permukaan awalnya.
6. Kurangnya Perawatan Berkala
Lantai kayu memerlukan perawatan rutin seperti pembersihan dengan cairan khusus kayu, penggunaan polish atau wax, dan pengecekan sambungan papan. Jika lantai tidak dirawat secara berkala, maka lapisan pelindung akan aus dan permukaan kayu menjadi rentan terhadap kerusakan akibat goresan, air, atau panas.
Tips Memperbaiki Lantai Kayu Rusak agar Kembali Indah

Berikut ini adalah beberapa tips memperbaiki lantai kayu rusak agar kembali indah dan fungsional.
1. Identifikasi Jenis Kerusakan Secara Menyeluruh
Langkah awal sebelum melakukan perbaikan adalah mengenali jenis dan tingkat kerusakan. Apakah hanya berupa goresan ringan, retakan, pelengkungan, atau sudah terkena jamur dan rayap? Dengan mengetahui bentuk kerusakan secara pasti, maka metode perbaikannya bisa disesuaikan agar lebih efektif dan tidak merusak bagian lainnya.
2. Tangani Goresan Ringan dengan Pasta Kayu
Untuk kerusakan ringan seperti goresan atau permukaan kusam, cukup gunakan pasta kayu (wood filler) atau wax khusus lantai kayu. Aplikasikan secara merata pada bagian yang rusak, ratakan menggunakan kain lembut atau spatula, lalu diamkan hingga kering. Setelah itu, amplas ringan dan beri lapisan pelindung untuk mengembalikan kilau alami lantai.
3. Keringkan Lantai yang Mengembang atau Melengkung
Jika lantai kayu mengembang akibat paparan air atau kelembapan tinggi, segera identifikasi dan hentikan sumber air. Angkat papan yang melengkung, lalu keringkan secara bertahap menggunakan kipas angin atau blower. Jangan menjemur langsung di bawah matahari karena bisa memperparah kerusakan. Setelah kering, pasang kembali dengan memberi celah ekspansi agar kayu bisa bernapas.
4. Tutup Retakan dengan Filler, Ganti Jika Perlu
Retakan kecil bisa ditambal menggunakan filler warna senada, kemudian diamplas dan dilapisi ulang dengan finishing kayu. Namun, jika retakan besar atau struktur kayu sudah rapuh, sebaiknya ganti papan lantai yang rusak dengan yang baru agar hasil lebih rapi dan tahan lama.
5. Bersihkan Jamur dan Atasi Rayap Sejak Dini
Jamur pada lantai kayu bisa dibersihkan dengan cairan antijamur atau larutan cuka ringan, lalu dikeringkan dengan baik. Untuk kasus serangan rayap, gunakan obat anti-rayap khusus kayu atau panggil jasa profesional pengendali hama. Penanganan sejak dini akan mencegah kerusakan menyebar ke area lantai lainnya.
6. Lakukan Refinish untuk Lantai yang Kusam dan Pudar
Jika lantai tampak kusam dan kehilangan warnanya, lakukan proses refinishing. Langkah ini meliputi pengamplasan permukaan, pemberian stain kayu untuk mewarnai ulang, dan pelapisan akhir (top coat) agar kilap dan perlindungannya kembali maksimal. Proses ini cocok untuk lantai kayu solid atau engineered wood.
Tips Pencegahan Agar Lantai Kayu Tetap Awet

Untuk menghindari kerusakan, perhatikan tips pencegahan beriktu ini agar lantai kayu tetap awet.
1. Hindari Paparan Air Berlebih
Lantai kayu sangat sensitif terhadap air. Oleh karena itu, segera bersihkan tumpahan cairan sekecil apa pun menggunakan kain kering. Jangan biarkan genangan air terlalu lama di permukaan karena bisa meresap ke dalam serat kayu dan menyebabkan pembengkakan atau pelapukan.
2. Gunakan Kain Pel Khusus dan Produk Pembersih Ramah Kayu
Saat mengepel, gunakan kain pel microfiber yang lembut dan hanya sedikit dibasahi. Hindari penggunaan pel basah atau air terlalu banyak. Selain itu, pilih produk pembersih yang khusus diformulasikan untuk kayu dengan pH netral dan tanpa bahan abrasif agar lapisan pelindung lantai tidak rusak.
3. Pasang Alas Pelindung pada Kaki Furnitur
Perabot berat seperti meja, kursi, atau lemari bisa menimbulkan goresan saat digeser. Untuk mencegahnya, pasang pelindung karet atau kain felt pada kaki furnitur. Ini akan meminimalisir tekanan langsung ke permukaan lantai dan mengurangi risiko kerusakan akibat gesekan.
4. Jaga Kelembapan Ruangan Tetap Stabil
Gunakan humidifier atau dehumidifier sesuai musim untuk menjaga kelembapan ruangan tetap seimbang. Lantai kayu idealnya berada pada kelembapan udara 40–60%. Jika terlalu lembap, kayu bisa mengembang; jika terlalu kering, kayu bisa menyusut dan retak.
5. Hindari Paparan Sinar Matahari Langsung
Sinar matahari yang langsung mengenai lantai kayu bisa menyebabkan warna pudar dan permukaan cepat rusak. Gunakan tirai atau gorden untuk menghalangi sinar matahari langsung, terutama di siang hari. Alternatif lain adalah menggunakan karpet atau penutup lantai di area yang terkena cahaya matahari secara intens.
6. Lakukan Perawatan Rutin Secara Berkala
Minimal setiap 6–12 bulan sekali, lakukan perawatan seperti refinishing ringan atau waxing untuk menjaga lapisan pelindung lantai tetap utuh. Dengan perawatan berkala, lantai kayu tidak hanya lebih awet tetapi juga tetap terlihat mengkilap dan menarik.
Penutup
Lantai kayu memiliki daya tarik tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh material lain. Namun keindahannya hanya akan bertahan jika disertai dengan perawatan dan perbaikan tepat saat kerusakan mulai muncul. Melalui tips praktis memperbaiki lantai rusak, lantai kayu akan kembali indah dan optimal.
Kami menyediakan jasa bedah rumah profesional yang membantu kamu dalam memasang atau memperbaiki lantai kayu. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi WhastApp berikut ini.



