Apa Perbedaan Granit Keramik – Lantai merupakan salah satu elemen utama dalam desain interior rumah. Pemilihan jenis lantai yang tepat bukan hanya mempengaruhi estetika, tetapi juga kenyamanan serta ketahanan bangunan. Di antara berbagai pilihan material lantai, granit dan keramik menjadi dua yang paling populer di kalangan masyarakat Indonesia.
Keduanya terlihat sama, namun , jika diperhatikan lebih dalam, granit dan keramik memiliki perbedaan signifikan, baik dari segi bahan dasar, proses pembuatan, tingkat kekuatan, hingga nilai estetika.
Dalam artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai apa perbedaan granit keramik untuk lantai rumah. Yuk simak!
Apa Perbedaan Granit Keramik untuk Lantai Rumah ?

Berikut ini adalah informasi mengenai apa perbedaan granit keramik untuk lantai rumah.
1. Bahan dan Proses Pembuatan
Granit berasal dari batu alam yang terbentuk melalui proses pembekuan magma di dalam bumi, kemudian dipotong dan dipoles hingga menjadi lempengan halus. Sementara itu, keramik dibuat dari campuran tanah liat, pasir, dan bahan mineral lain yang dicetak lalu dibakar pada suhu tinggi. Karena itu, granit memiliki sifat alami yang lebih padat dan kuat dibanding keramik buatan pabrik.
2. Daya Tahan dan Kekuatan
Granit dikenal lebih keras dan tahan terhadap tekanan maupun goresan. Hal ini membuatnya cocok digunakan di area dengan aktivitas tinggi seperti ruang tamu, teras, atau dapur. Sebaliknya, keramik cenderung lebih rapuh dan mudah pecah jika tertimpa benda berat, meskipun untuk penggunaan normal di dalam rumah masih sangat layak dan ekonomis.
3. Tampilan dan Estetika
Granit memiliki motif alami yang unik pada setiap lempengnya, sehingga memberikan kesan mewah dan elegan. Polanya tidak bisa diseragamkan karena terbentuk secara alami. Keramik, di sisi lain, memiliki banyak variasi warna dan motif buatan yang bisa disesuaikan dengan gaya interior, mulai dari minimalis hingga klasik.
4. Harga dan Biaya Pemasangan
Harga granit umumnya lebih mahal dibandingkan keramik, baik dari segi material maupun ongkos pemasangan. Selain itu, granit membutuhkan teknik pemasangan yang lebih hati-hati karena bobotnya lebih berat. Sementara keramik lebih ringan, mudah dipasang, dan cocok untuk renovasi dengan anggaran terbatas.
5. Perawatan dan Kebersihan
Permukaan granit cenderung lebih padat dan tidak mudah menyerap air, tetapi tetap memerlukan perawatan khusus dengan cairan pembersih non asam agar tidak merusak lapisan polesnya. Keramik lebih mudah dibersihkan karena memiliki lapisan glasur, namun nat di antaranya sering kali menjadi tempat menumpuknya kotoran.
6. Ketahanan terhadap Air dan Noda
Granit memiliki pori-pori yang sangat kecil, sehingga tahan terhadap air dan noda bila sudah dipoles dengan benar. Namun, granit tanpa lapisan pelindung bisa sedikit menyerap cairan. Keramik dengan glasur berkualitas baik juga tahan terhadap air, tetapi jika glasurnya terkelupas, air bisa meresap dan menimbulkan noda di bagian dalam.
Penggunaan Granit dan Keramik Berdasarkan Jenis Ruangan

Berikut ini adalah rekomendasi enggunaan granit dan keramik berdasarkan jenis ruangan.
1. Ruang Tamu
Untuk ruang tamu yang menjadi area utama dalam rumah, granit sangat direkomendasikan karena tampilannya yang mewah dan elegan. Permukaan granit yang mengilap menciptakan kesan luas dan bersih, cocok untuk menciptakan suasana yang berkelas. Namun, jika ingin tampilan hangat dan lebih ekonomis, keramik dengan motif batu alam juga bisa menjadi alternatif yang menarik.
2. Dapur
Area dapur membutuhkan lantai yang kuat, tahan gores, dan mudah dibersihkan. Granit merupakan pilihan terbaik karena tidak mudah tergores oleh peralatan dapur dan tahan terhadap tumpahan minyak atau cairan panas. Keramik juga bisa digunakan, terutama jenis dengan permukaan matte agar tidak licin, tetapi perlu perhatian lebih pada sambungan nat agar tidak menjadi tempat menumpuknya kotoran.
3. Kamar Mandi
Untuk kamar mandi, keramik lebih sering dipilih karena memiliki banyak pilihan tekstur anti-slip yang aman digunakan di area basah. Granit bisa digunakan, tetapi sebaiknya pilih granit dengan permukaan doff agar tidak licin saat terkena air. Selain itu, keramik lebih mudah diganti bila terjadi kerusakan di area kecil.
4. Kamar Tidur
Kamar tidur tidak memerlukan lantai yang terlalu keras atau mahal. Oleh karena itu, keramik menjadi pilihan praktis dan ekonomis. Pilih warna-warna lembut seperti krem atau abu muda agar ruangan terasa tenang dan nyaman. Namun, jika ingin kesan lebih elegan dan tahan lama, granit berwarna netral juga bisa menjadi pilihan.
5. Teras dan Area Luar Rumah
Teras adalah area yang sering terkena panas dan hujan, sehingga membutuhkan material yang kuat dan tahan cuaca. Granit outdoor memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan suhu dan goresan. Namun, untuk area terbuka dengan anggaran terbatas, keramik bertekstur kasar atau khusus eksterior juga bisa menjadi solusi karena tidak licin dan mudah dibersihkan.
6. Ruang Makan
Ruang makan sering terkena tumpahan makanan atau minuman. Granit dengan lapisan pelindung cocok digunakan karena mudah dibersihkan dan tidak menyerap noda. Jika ingin tampilan yang lebih hangat, keramik motif kayu bisa menjadi alternatif yang memberikan nuansa alami dan nyaman.
Faktor Pertimbangan Memilih Antara Granit dan Keramik untuk Lantai Rumah

Dalam memilih antara granit dan keramik untuk lantai, pertimbangkan beberapa faktor berikut.
1. Anggaran dan Biaya Perawatan
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah anggaran. Granit memiliki harga lebih tinggi dibandingkan keramik karena berasal dari batu alam dan proses pemotongannya lebih kompleks. Selain itu, biaya pemasangan granit juga cenderung lebih mahal karena memerlukan tenaga ahli dan perekat khusus. Sementara itu, keramik lebih ekonomis baik dari segi harga maupun perawatan.
2. Desain dan Gaya Interior Rumah
Pemilihan antara granit dan keramik juga harus disesuaikan dengan gaya desain rumah. Jika rumah mengusung konsep modern atau minimalis mewah, granit dengan permukaan mengilap akan memperkuat kesan elegan. Namun, untuk rumah bergaya kasual atau natural, keramik dengan beragam motif seperti kayu, batu, atau marmer tiruan bisa memberikan tampilan yang menarik tanpa biaya besar.
3. Ketahanan dan Umur Pemakaian
Daya tahan granit jauh lebih tinggi dibanding keramik. Granit mampu bertahan puluhan tahun tanpa perubahan warna atau tekstur yang signifikan, bahkan di area dengan lalu lintas tinggi. Sedangkan keramik, meskipun cukup awet, lebih mudah retak jika terkena benturan keras.
4. Kemudahan Pemasangan
Keramik lebih mudah dipasang karena bobotnya ringan dan ukurannya seragam. Proses pemasangannya bisa dilakukan lebih cepat dan tidak memerlukan alat khusus. Sebaliknya, granit memerlukan teknik pemasangan yang presisi agar hasilnya rata dan tidak bergelombang. Proses ini biasanya memakan waktu lebih lama dan biaya tenaga kerja yang lebih tinggi.
Penutup
Demikian adalah informasi mengenai apa perbedaan granit keramik untuk lantai rumah. Keramik memiliki keunggulan dalam variasi ukuran, mulai dari kecil hingga besar, dengan pilihan motif yang sangat beragam. Sementara granit cenderung hadir dalam ukuran besar dengan motif alami yang tidak bisa diseragamkan.
Kami menyediakan jasa bedah rumah yang membantu segala kebutuhan kondstruksi kamu, termasuk pemasangan lantai. Hubungi kami untuk informasi lanjut.



